Selasa, 23 Juni 2015

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Pengertian Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Pendahuluan

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah 3 hal aspek kehidupan  yang saling  berkaitan. Penduduk  adalah kumpulan manusia yang  menempati wilayah geografi dan ruang tertentu, sedangkan masyarakat menurut R. Linton adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.

Ini berarti masyarakat akan terbentuk  bila ada penduduknya sehingga tidak  mungkin  akan ada masyarakat tanpa penduduk,masyarakat terbentuk karena adanya penduduk. Sedangkan budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. 

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Penduduk masyarakat dan kebudayaan,
PENGERTIAN & KETERKAITAN ANTARA PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN.

Pertumbuhan penduduk  yang  makin  cepat, mendorong  pertumbuhan aspek-aspek  kehidupan yang meliputi aspek  sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.

Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya yang telah terungkap  pada perkembangan kebudayaan, baik  kebudayaan rohaniah maupun kebendaan.

Sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok  bahasan ini, akan ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan, dan timbulnya pranata-pranata sebagai akibat perkembangan kebudayaan.

Pengertian Penduduk

Pengertian Penduduk, Penduduk  adalah orang-orang  yang  berada di dalam suatu  wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang  berlaku  dan saling  berinteraksi satu  sama lain  secara terus menerus /  kontinu. Dalam sosiologi, penduduk  adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Pada hakekatnya, pengertian mengenai penduduk  lebih  ditekankan pada komposisi umur, jenis kelamin dan lain-lain, tetapi juga klasifikasi tenaga kerja dan watak  ekonomi, tingkat pendidikan, agama, ciri sosial, dan angka statistik  lainnya yang menyatakan distribusi frekuensi.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

Pertama orang yang tinggal di daerah tersebut. Dan kedua orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang  yang  mempunyai surat resmi untuk  tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Beberapa hal hal yang sangat berkaitan dengan kependudukan


Kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan  penduduk  tertinggi, diantaranya:  
Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

Pengendalian jumlah penduduk

Pengendalian penduduk  adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk,umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala.Salah satu  contoh pengendalian penduduk yang  dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan kebijakannya „satu anak cukup‟; kebijakan ini diduga banyak  menyebabkan terjadinya aksi  pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.

Indonesia juga menerapkan pengendalian penduduk, yang  dikenal dengan program Keluarga Berencana (KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang  dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.

Penurunan jumlah penduduk

Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan turunnya jumlah populasi padsebuah daerah. Hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah kesuburan atau  oleh emigrasi besar-besaran. 
Juga oleh penyakit, kelaparan maupun perang. Namun seringkali oleh gabungan faktor-faktor tersebut. Di masa lampau  penurunan jumlah penduduk disebabkan terutama sekali oleh penyakit. Pada tahun-tahun belakangan ini populasi penduduk  Rusia dan tujuh belas bekas negara komunis lainnya mulai menurun (1995-2005). Kasus Black  Death di Eropa atau  datangnya penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan faktor penyebab turunnya jumlah penduduk.

Transfer penduduk 

Transfer penduduk  adalah istilah  untuk  kebijakan negara yang  mewajibkan perpindahan sekelompok  penduduk  pindah dari kawasan tertentu, terutama dengan alasan etnisitas atau agama.
Hal ini terjadi di India dan Pakistan, antara Turki dan Yunani, dan di Eropa Timur selama Perang Dunia Kedua.Kebijakan  transmigrasi oleh  pemerintah Indonesia selama orde baru  bisa dikategorikan  transfer penduduk. Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena imigrasi, seperti imigrasi dari Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika, Afrika, Australia, dan tempat-tempat lainnya.

Ledakan penduduk 

Buku berjudul The Population Bomb (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh Paul R. Ehrlich meramalkan adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan penduduk. Karya tersebut menggunakan argumen yang  sama seperti yang  dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju  pertumbuhan penduduk   mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang  akan mengakibatkan kelaparan.

Penduduk dunia

Berdasarkan estimasi yang  diterbitkan  oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 wib. Dengan proyeksi populasi, angka ini. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa).

Piramida penduduk

Distribusi usia dan jenis kelamin  penduduk dalam negara atau  wilayah
tertentu  dapat digambarkan dengan  suatu  piramida penduduk. Grafik ini berbentuk
segitiga, dimana jumlah penduduk  pada sumbu  X, sedang  kelompok  usia (cohort)
pada sumbu  Y. Penduduk  lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu  vertikal,
sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
Piramida penduduk  menggambarkan perkembangan penduduk  dalam kurun
waktu  tertentu. Negara atau  daerah  dengan angka kematian bayi yang rendah dan
memiliki
usia
harapan
hidup  tinggi,
bentuk  piramida
penduduknya
hampir
menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua.
Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup
rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang
menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.

Pengertian masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah  society) adalah sekelompok  orang
yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian
besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih
abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu  jaringan hubungan-hubungan antar
entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang  interdependen  (saling
tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu
sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut
Syaikh
Taqyuddin  An-Nabhani,
sekelompok  manusia
dapat
dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta
sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan  tersebut, manusia kemudian
berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.


Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata
pencaharian. Pakar ilmu  sosial mengidentifikasikan ada:  masyarakat pemburu,
masyarakat
pastoral
nomadis,
masyarakat
bercocoktanam,
dan
masyarakat
agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian pakar menganggap  masyarakat industri dan pasca-industri sebagai
kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan  berdasarkan struktur politiknya:
berdasarkan urutan kompleksitas dan besar,
terdapat
masyarakat
band,
suku,
chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang  berarti hubungan
persahabatan dengan yang  lain. Societas diturunkan dari kata socius yang  berarti
teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial.
Secara implisit, kata society mengandung  makna bahwa setiap  anggotanya
mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan sangat
erat
hubungannya
dengan  masyarakat.
Melville
J.
Herskovits dan Bronislaw  Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu  yang
terdapat
dalam
masyarakat
ditentukan
oleh
kebudayaan
yang  dimiliki
oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari
satu  generasi ke generasi yang  lain, yang  kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung  keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu  pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial,
religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward  Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,


hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain  yang  didapat seseorang
sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah
sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai
definisi
tersebut,
dapat
diperoleh
pengertian  mengenai
kebudayaan adalah sesuatu  yang  akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau  gagasan  yang terdapat  dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk  yang  berbudaya, berupa perilaku  dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk  membantu  manusia 
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

8
BAB II
Keterkaitan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan
II.1
Apa Keterkaitan 3 Pengertian Tersebut?
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang  erat
antara satu  sama lainnya. Dimana penduduk  adalah sekumpulan manusia yang
menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Sedangkan  masyarakat
merupakan
sekumpulan
penduduk  yang
saling
berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan ± peraturan yang
berlaku  di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang  menciptakan dan
melestarikan  kebudayaan; baik  yang  mereka dapat dari nenek  moyang  mereka
ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.
Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang
tidak  dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk
melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang  kemudian menjadi
sesuatu  yang  melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat )
tersebut.
II.2
Apa Saja Permasalahan yang didapat?
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu  ketidaksesuaian
antara unsur-unsur kebudayaan atau  masyarakat, yang  membahayakan kehidupan
kelompok sosial.
Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang  ada dapat menimbulkan
gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok  atau
masyarakat.

9
Masalah  sosial muncul akibat terjadinya perbedaan  yang mencolok  antara
nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah
sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.
Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang
memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi
sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah  sosial dapat dikategorikan  menjadi 4  (empat) jenis faktor, yakni
antara lain :
1.
Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll
2.
Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll
3.
Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4.
Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.


Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan

penduduk
Faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah sebagai
berikut: 

Kematian
Kematian  adalah  hilangnya
tanda-tanda
kehidupan  manusia
secara
permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah  penduduk dan untuk  menghitung
besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung  kematian (pro
mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah  kematian semakin besar. Yang  termasuk
faktor ini adalah: 
-
Sarana kesehatan yang kurang memadai.
-
Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
-
Terjadinya berbagai bencana alam
-
Terjadinya peperangan
-
Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
-
Tindakan bunuh diri dan pembunuhan 
.
b.) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang  termasuk
faktor ini adalah:
-
Lingkungan hidup sehat.
-
Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.

11
-
Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
-
Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
-
Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

Kelahiran ( Natalitas )
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang  mendukung  kelahiran (pro
natalitas).
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga
akan malu.
Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
Anggapan  bahwa penerus keturunan adalah anak  laki-laki, sehingga bila
belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro  natalitas mengakibatkan pertambahan  jumlah penduduk  menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah
anak.
Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun
dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
Anggapan
anak  menjadi
beban
keluarga
dalam
memenuhi
kebutuhan
hidupnya.
Adanya pembatasan tunjangan  anak untuk  pegawai negeri yaitu  tunjangan
anak diberikan hanya sampai anak ke ± 2.
Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

12
Faktor ± faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain :
1.
Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama
atau  kepercayaan tertentu  yang  tidak  membolehkan penganutnya mengikuti KB.
Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta
KB banyak
2.
Tingkat pendidikan
Semakin  tinggi orang  sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang
berarti pula penundaan kelahiran. Selain  itu  pendidikan mengakibatkan orang
merencanakan jumlah anak secara rasional.
3.
Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah
anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu  negara berlaku
seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4.
Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau
penambahan jumlah kelahiran. Selain itu  kondisi pemerintah yang  tidak  stabil
misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran
5.
Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan  dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah  penduduk.
Misalnya nilai anak, ada yang  menginginkan anak  sebanyak-banyaknya, ada yang
menilai anak  laki-laki lebih  tinggi dibanding  perempuan atau  sebaliknya, sehingga
mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.

13
6.
Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan
yang  baik  memungkinkan bayi lebih banyak  yang  hidup  dan kematian bayi yang
rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
7.
Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih
tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-
anak dan orang-orang tua usia).
Untuk  menentukan jumlah kelahiran dalam satu  wilayah digunakan angka
kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu  angka yang  menunjukkan rata-rata
jumlah
bayi
yang  lahir
setiap  1000  penduduk  dalam
waktu  satu  tahun.
Pengukuran Fertilitas tidak  sesederhana dalam  pengukuran mortalitas, hal ini
disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi ± bayi yang
meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak  dicatatkan dalam peristiwa
kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
Wanita mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang  anak  ( tetapi
meninggal hanya sekali )
Makin  tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai
anak makin menurun.
Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua
wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.

14
BAB IV
Pengertian dan jenis migrasi, serta proses dan akibat dari migrasi
IV.1  Pengertian Migrasi
Migrasi penduduk  adalah perpindahan penduduk dari tempat yang  satu  ke
tempat yang  lain. Dalam mobilitas penduduk  terdapat migrasi internasional yang
merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain
dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada
sekitar wilayah satu negara saja.
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk
adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk
ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun
internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas
penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari
suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi
dengan tujuan untuk menetap.
IV.2  Jenis-jenis Migrasi
Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara.
Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu :
a. Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke
negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam
yaitu :
1.
Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan
tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.

15
2.
Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang
yang melakukan emigrasi disebut emigran.
3.
Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya.
b. Kedua , Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1.
Urbanisasi => Dari Desa ke Kota
2.
Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau
3.
Ruralisasi => Dari Kota ke Desa
4.
Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
IV.3  Proses Migrasi
Dengan adanya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/
penduduk pun yang akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah
tidak ada lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi pun punya cara yaitu:
1. Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah 
2. Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
3. Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Proses keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu
misalkan kalau  imigran hanya satu  orang  bisa melakukannya dengan naik  sepeda
motor, kalau imigran dengan banyak orang  satu keluarga maka bisa melakukannya
dengan naik  kendaraan roda empat atau  juga naik  kapal laut itulah yang  biasa
dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia.
Tahun pun makin lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat
lebih  pesat dan perubahan yang  terjadi dari mulai tahun  yang  lalu higga tahu  ini
sangatlah banyak, pada tahun  ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap  yang
tidak mendaftarkan dirinya, maka makin lama akan terjadi kepadatan penduduk dan
susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para imigran.

16
BAB V
Pertumbuhan, dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Perkembangan kebudayaan di Indonesia terbagi  menjadi 4  zaman /  masa
kebudayaan, yaitu:
V.
1
Zaman Batu sampai Zaman Logam
Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, bahwa zaman batu
terdapat
menjadi Zaman Batu  Tua (Palaeolithikum) dan Zaman Batu  Muda
(Neolithikum), perbedaan antara keduanya adalah pada zaman batu muda kehidupan
sudah menetap dan adanya revolusi alat-alat keperluan penunjang kehidupan karena
mereka telah mengenal dan memiliki kepandaian mengecor / mencairkan logam dari
bijih  besi dan  menuangkan ke dalam cetakan dan  mendinginkannya. Kepandaian
yang  dimiliki pada zaman batu  muda itulah yang  menjadi awal mulanya zaman
logam, yang jelas pada kenyataannya bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah
mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya.
V.
2
Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu  masuk ke Indonesia, perpaduan dan
akulturasi antara kebudayaan setempat berlangsung  luwes dan mantap. Dan sekitar
abad  ke-5, agama /  ajaran Budha masuk  ke Indonesia. Ajaran Budha dikatakan
berpandangan
lebih  maju,
karena
tidak  menghendaki
adanya
kasta-kasta
di
masyarakat. Namun walau  demikian, kedua agama itu  tumbuh dan berkembang
berdampingan secara damai.
V.
3
Kebudayaan Islam
Pada abad  ke-15  dan ke-16  agama Islam telah dikembangkan di Indonesia
oleh para pemuka-pemuka Islam yang  disebut Wali Sanga. Masuknya Islam ke
Indonesia, teristimewa ke Pulau  Jawa berlangsung  dalam suasana damai, hal ini
disebabkan tidak  adanya paksaan dan adanya sikap  toleransi yang  dimiliki bangsa

17
kita. Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat
penganut dari sebagian besar penduduk Indonesia.
V.
4
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang  juga memberi warna terhadap  corak  lain dari
kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat, yang
berawal ketika kaum kolonialis /  penjajah masuk  ke Indonesia, terutama Belanda.
Mulai dari kekuasaan perusahaan dagang  Belanda (VOC) dan berlanjut dengan
pemerintahan
koloniallis
Belanda,
di
kota-kota
provinsi,
kabupaten
muncul
bangunan- bangunan bergaya arsitektur “Barat”. Dalam kurun waktu itu juga, muncullah dua lapisan sosial, yaitu:
1.
Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh
2.
Lapisan sosial dari kaum pegawai
Dalam lapisan sosail yang kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah
dan kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas
sosial. Dan masih  juga sebagai pengaruh kebudayaan Eropa ke Indonesia adalah
masuknya agama Katolik  dan Kristen Protestan, yang  biasanya disiarkan dengan
sengaja oleh organisasi-organisasi agama (Missie untuk Katolik dan Zending untuk
Kristen).
Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, bahwa dalam
menerima
setiap  kebudayaan
yang  datang  dari
luar,
tidaklah
mengabaikan
kebudayaan yang telah dimiliki sebelumnya, tetapi disesuaikanlah kebudayaan baru
itu dengan yang lama.
Sehubungan  dengan
itulah,
penjelasan  Undang  Undang  Dasar
1945
memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesia adalah: “kebudayaan
yang  timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk
kebudayaan lama dan asli yang  terdapat sebagai puncak-puncak  kebudayaan di
daerah-daerah di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, dalam penjelasan UUD  1945  itu
juga ditunjukkan ke arah mana kebudayaan itu  diarahkan, yaitu  menuju  ke arah
kemajuan  adab, budaya, dan  persatuan, dengan  tidak menolak  bahan-bahan  baru

18
kebudayaan asing yang  dapat memperkembangkan kebudayaan bangsa Indonesia,
serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

19
BAB VI
Menjelaskan kebudayaan Hindu, Budha dan Islam
Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang
tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini
menjalin  hubungan  ekonomi
dan  perdagangan
yang  baik.
Arus
lalu
lintas
perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur
lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak
di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera, serta berada di dekat Selat Malaka
memiliki keuntungan, yaitu:
1.
Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan
Persia,
2.
Kesempatan melakukan hubungan perdagangan  internasional terbuka
lebar,
3.
Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan
4.
Pengaruh asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran
internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara
pertama yang  memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu  dalam bentuk  budaya
Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya
budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.
1.
Hipotesis Brahmana
Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam
upaya penyebaran  budaya Hindu di Indonesia. Para brahmana mendapat undangan
dari penguasa Indonesia untuk  menobatkan raja  dan memimpin  upacara-upacara
keagamaan. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur.

20
2.
Hipotesis Ksatria
Pada hipotesis ksatria, peranan  penyebaran  agama dan budaya Hindu
dilakukan oleh kaum ksatria. Menurut hipotesis ini, di masa lampau di India sering
terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Para prajurit yang kalah atau
jenuh menghadapi perang, lantas meninggalkan India. Rupanya, diantara mereka ada
pula yang  sampai ke wilayah Indonesia. Mereka inilah yang  kemudian berusaha
mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. Di tempat itu pula terjadi
proses penyebaran agama dan budaya Hindu. F.D.K. Bosch adalah salah seorang
pendukung hipotesis ksatria.
3.
Hipotesis Waisya
Menurut para pendukung  hipotesis waisya, kaum waisya yang  berasal dari
kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara.
Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya. Jalinan
hubungan itu  telah membuka peluang  bagi terjadinya proses penyebaran budaya
Hindu. N.J. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya.
4.
Hipotesis Sudra
Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah
menyebabkan
golongan
sudra
menjadi
orang  buangan.
Mereka
kemudian
meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya. Dengan jumlah yang  besar,
diduga golongan sudralah yang  memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke
Nusantara.
Selain  pendapat di atas, para ahli menduga banyak pemuda di wilayah
Indonesia yang  belajar agama Hindu  dan Buddha ke India. Di perantauan mereka
mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Setelah memperoleh ilmu yang banyak,
mereka kembali untuk  menyebarkannya. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus
Balik.

21
Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa
masuknya budaya Hindu  ke Indonesia itu  dibawa dan disebarluaskan oleh orang-
orang  Indonesia sendiri. Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia adalah
penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan). Dilihat dari
bentuknya, arca ini mempunyai langgam yang  sama dengan arca yang  dibuat di
Amarawati (India). Para ahli memperkirakan, arca Buddha tersebut merupakan
barang  dagangan atau  barang  persembahan untuk  bangunan suci agama Buddha.
Selain itu, banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa Sanskerta dan Malayu
kuno. Berita yang disampaikan prasasti-prasasti itu memberi petunjuk bahwa budaya
Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi.
Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah
mengubah dan menambah  khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek
kehidupan.
1.
Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut
kepercayaan
animisme
dan
dinamisme.
Masyarakat
mulai
menerima
sistem
kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orang-orang
India. Budaya baru  tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan,
misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk  tempat
peribadatan.
2.
Pemerintahan
Sistem pemerintahan  kerajaan dikenalkan oleh  orang-orang  India. Dalam
sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah
yang  luas. Kepala suku  yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk  kekuasaan
kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, dan
Sriwijaya.

22
3.
Arsitektur
Salah satu  tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak.
Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan
candi. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya
berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya
India-Indonesia.
4.
Bahasa
Kerajaan-kerajaan
Hindu-Buddha
di
Indonesia  meninggalkan
beberapa
prasasti yang  sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam
perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri
dengan  bahasa Sanskerta itu. Kalimat atau  kata-kata bahasa Indonesia
yang
merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta, yaitu  Pancasila, Dasa Dharma,
Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan sebagainya.
5.
Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar
dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana
dan Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu  memacu  para pujangga Indonesia untuk
menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah:
1.
Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa,
2.
Sutasoma, karya Mpu Tantular, dan
3.
Negarakertagama, karya Mpu Prapanca.
Agama Hindu
Agama Hindu  berkembang  di India pada ± tahun 1500  SM. Sumber ajaran
Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita
atau “himpunan” yaitu:

23
1.
Reg Weda, berisi syair puji-pujian kepada para dewa.
2.
Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci.
3.
Yajur Weda, berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan.
4.
Atharwa Weda, berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit.
Di samping kitab Weda, umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu:
1.
Kitab Brahmana, berisi ajaran tentang hal-hal sesaji.
2.
Kitab Upanishad, berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup.
Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa), diantaranya

Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu: 
1.
Dewa Brahmana, sebagai dewa pencipta.
2.
Dewa Wisnu, sebagai dewa pemelihara dan pelindung.
3.
Dewa Siwa, sebagai dewa perusak.
Selain Dewa Trimurti, ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra
pembawa hujan yang  sangat penting  untuk  pertanian, serta Dewa Agni (api) yang
berguna untuk  memasak dan upacara-upacara keagamaan. Menurut agama Hindu
masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna yaitu:
1.
Kasta Brahmana, terdiri dari para pendeta.
2.
Kasta Ksatria, terdiri dari raja, keluarga raja, dan bangsawan.
3.
Kasta Waisya, terdiri dari para pedagang, dan buruh menengah.
4.
Kasta Sudra, terdiri dari para petani, buruh kecil, dan budak.
Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala, yaitu orang
di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta.
Orang-orang  Hindu  memilih  tempat yang  dianggap  suci misalnya, Benares
sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat
mensucikan dosa umat Hindu, sehingga bisa mencapai puncak nirwana.

24
Agama Buddha
Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531
SM. Ayahnya seorang  raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Buddha
artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara.

Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah:
1.
Winayapittaka :  Berisi peraturan-peraturan dan  hukum yang  harus
dijalankan oleh umat Buddha.
2.
Sutrantapittaka :  Berisi wejangan-wejangan atau  ajaran  dari sang
Buddha.
3.
Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan.
Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu:
1.
Buddha yaitu berbakti kepada Buddha.
2.
Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha.
3.
Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha.
Disamping  itu  agar orang  dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8
(delapan) jalan kebenaran atau Astavidha yaitu:
1.
Pandangan yang benar.
2.
Niat yang benar.
3.
Perkataan yang benar.
4.
Perbuatan yang benar.
5.
Penghidupan yang benar.
6.
Usaha yang benar.
7.
Perhatian yang benar.
8.
Bersemedi yang benar.

25
Karena
munculnya
berbagai
penafsiran  dari
ajaran
Buddha,
akhirnya
menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu:
1.
Buddha Hinayana, yaitu  setiap  orang  dapat mencapai nirwana atas
usahanya sendiri.
2.
Buddha Mahayana, yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha
bersama dan saling membantu.
Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat yaitu:
1.
Kapilawastu, yaitu tempat lahirnya Sang Buddha.
2.
Bodh Gaya, yaitu  tempat Sang  Buddha bersemedi dan memperoleh
Bodhi.
3.
Sarnath/  Benares, yaitu  tempat Sang  Buddha mengajarkan ajarannya
pertama kali.
4.
Kusinagara, yaitu tempat wafatnya Sang Buddha.
KEBUDAYAAN ISLAM DI INDONESIA
Islam dibawa oleh para Pedagang Gujarat (India)
Pendukungnya yaitu : Snouck Hourgonye ; W.F. Stutterheim ; Bernard H.M.
Ulekke
Bukti :
1.
Di temukan makam nisan Sultan Malik Al-Saleh yang berangka tahun
1297.
2.
Muncul istilah jirat = paes = nisan = patok, yang berasal dari Gujarat.
3.
Berdasarkan berita Marcopolo di sebutkan pada saat singgah di
Samudra Pasai ia menemukan masyarakat sekitar sudah menganut
agama Islam. 
Islam di bawa oleh para Pedagang Persia (Iran)

26
Pendukungnya yaitu : Umar Amir Husein ; Husein Djayadiningrat
Bukti :
1.
Adanya Upacara Tabut di Minangkabau
2.
Penemuan makam Fatimah binti Maulana, di Leran, Gresik  Jawa
Timur.
3.
“Leran” jika di Indonesia nama sebuah kampung/desa, namun di Persia/Iran adalah nama
 suku bangsa

Islam dibawa oleh para Pedagang Arab/Mesir
Dikemukakan oleh Hamka
Bukti:
1.
Terdapatnya kesamaan gelar H. Malik  yang digunakan  di Samudra
Pasai.
2.
Terdapatnya kesamaan mahzab yaitu  mahzab Syafii di gunakan di
Samudra Pasai.
Saluran Islamisasi
1.
Perdagangan
2.
Perkawinan
3.
Pendidikan
4.
dakwah
5.
Kesenian
6.
Tasawuf, adalah Ajaran ketuhanan yang di campur dengan ilmu-ilmu
magic
dan  hal-hal
yang  berbau  mistis
yang  berfungsi
untuk
pengobatan, biasanya di sesuaikan dengan pola pikir yang berorientasi
pada Hindu-Budha sehingga di sesuaikan dengan kondisi dan situasi
lingkungan masyarakat sekitar.

27
Faktor Islam Cepat Berkembang
1.
Syarat masuk  Islam sangat mudah yaitu  hanya membaca 2  kalimat
Syahadat.
2.
Islam menyebar ke Indonsia di sesuaikan tradisi pada saat itu.
3.
Islam tidak mengenal kasta/strata sosial.
4.
Penyebaran Islam dilakukan secara damai.
5.
Tata upacara peribadatan Islam sangat sederhana.
6.
Upacara dalam Islam pun sangat sederhana.
Perkembangan Budaya Islam Di Indonesia
Akulturasi
Contoh wujud Akulturasi Budaya Islam + Indonesia 
Bidang Bangunan
Contahnya Masjid
Cirinya:  atap  tumpang, pondasi agak  tinggi,adanya parit/kolam, adanya
serambi, bedug, kaligrafi, menara, gerbang 
Makam
Cirinya: cungkum (rumah makam), di tempat tinggi, nisan, hiasan kaligrafi. 
Seni Sastra
-
Hikayat
Cerita/dongeng karya sastra melayu berbentuk prosa yang memuat peristiwa
luar biasa yang tidak masuk akal sering bertitik tolak dari peristiwa sejarah.
Contoh: Amir Hamzah, Hikayat si Miskin.
-
Babad
Cerita Sejarah yang  lebih  bersifat dongeng  merupakaan rekaan pujangga
keraton yang dianggap sebagai peristiwa sejarah.

28
Contoh: Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon.
-
Suluk
Kitab yang mencerminkan masalah tasawuf yaitu jalan kearah kesempurnaan
batin.
Contoh: Suluk Sukarsa, Suluk Wujil, dan Malang Sumbing.
-
Primbon
Ramalan-ramalan jawa.
Kesimpulan :
Penduduk,
Masyarakat,
dan
Kebudayaan
adalah
konsep-konsep
yang
berhubungan satu  sama lain. Penduduk  bertempat tinggal di dalam suatu  wilayah
tertentu  dalam waktu  yang  tertentu  pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya
suatu  masyarakat di wilayah  tersebut. Demikian  pula hubungan antara masyarakat
dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan
adalah  hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang
dalam
suatu  masyarakat,
sebaliknya
penduduk,
masyarakat
dan
kebudayaan
mempunyai hubungan yang  erat antara satu sama lainnya dimana penduduk adalah
sekumpulan
manusia
yang  menempati
wilayah
geografi
dan
ruang  tertentu.
Sedangkan  masyarakat merupakan  sekumpulan penduduk  yang  saling  berinteraksi
dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan ± peraturan yang berlaku di
dalam wilayah tersebut. Kelahiran (Fertilitas), Kematian (mortalitas), Perpindahan
(migrasi)
merupakan faktor demografi penduduk. Migrasi adalah perpindahan
penduduk dari satu tempat ke tempat lain di dalam negeri maupun dari suatu negara
ke negara lain untuk menetap, baik secara perorangan, keluarga maupun kelompok.
Proses migrasi internal dan internasional ini terjadi karena adanya suatu reaksi dari
berbagai perbedaan antara daerah asal dan daerah tujuan. Kebudayaan Hindu, Pada
abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan

29
atau  akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan pendatang. Sekitar
abad ke 5 ajaran Budha masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau  Jawa. Kebudayaan
Islam Abad ke 15 sudah mulai masuk ke wilayah Indonesia. Pada abad ke-16 agama
Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka agama Islam yang
disebut Walisongo. Mulai dari sinilah kebudayaan Islam mulai dikembangkan tanpa
menggeser kebudayaan pendahulunya (Kebudayaan Hindu, Budha). Kebudayaan
Islam berkembang selaras mengikuti pola hidup dan budaya yang berkembang pada
saat itu.
Daftar pustaka :
Greertz. C. (1992).  Tafsir Kebudayaan.  (Alih Bahasa oleh Fransisco Budi Hardiman).
Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
http://elearning.gunadarma . ac . id/docmodul/mkdu_isd/
Buku Ilmu Sosial Dasar (MKDU), Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk

1 komentar:

  1. yuk coba keberuntunganya di BOLAVITA
    agent tercepat dan terpercaya🤩
    untuk pecinta judi online yuk buruian join sama kita
    ada banyak games yang bisa kalian mainkan di sini
    depo hanya rb 50 dan jadilah jutawan bosku😱
    WA: +628122222995

    BalasHapus